Ini adalah sebuah kebenaran bahwa Anda bisa sukses luar biasa dengan cepat bila Anda membantu orang lain untuk juga merasakan sukses

Rabu, 03 Agustus 2011

IKAN GUPI



Guppy
Gupi jantan (kiri) dan betina (kanan)
Gupi jantan (kiri) dan betina (kanan)
Pengelasan saintifik
Alam:Haiwan
Filum:Kordata
Kelas:Actinopterygii
Order:Cyprinodontiformes
Keluarga:Poeciliidae
Genus:Poecilia
Spesies:P. reticulata
Nama binomial
Poecilia reticulata
Peters, 1859
Sinonim
Acanthocephalus guppii
A. reticulatus
Girardinus guppii
G. petersi
G. poeciloides
G. reticulatus
Haridichthys reticulatus
Heterandria guppyi
Lebistes poecilioides
L. reticulatus
Poecilia poeciloides
Poecilioides reticulatus
Ikan Gupi (Poecilia reticulata) juga di kenali sebagai(Ikan seribu ) merupakan salah satu ikan air tawar yang paling popular dibela sebagai ikan hiasan serta sebagai makanan ikan pemangsa seperti haruan, arowana.Ikan Gupi berasal daripada Brazil, Guyana, Venezuela dan kepulauan Caribbean . Ikan gupi mula-mulanya telah diperkenalkan di negara-negara asia untuk mengawal populasi nyamunk terutamanya nyamuk aedes.
Ikan Gupi yang jantan mempunyai tompok atau belang yang berwarna kuning, jingga, biru, merah , atau hitam(sais antara 2-3cm)tetapi yang betina berwarna kelabu(sais antara2-7cm). Ikan Gupi jika dibela dalam keadaan kualiti air kurang baik berserta jika suhu air tiba-tiba naik atau turun akan mengakibatkan penurunan daya tahanan imunisasi terhadap infeksi bactiria merupakan salah satu punca kematian ikan gupi.

BUNGLON


?Bunglon Surai
Bronc jubata 050826 9797 ckup rsz.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Reptilia
Ordo:Sauria
Famili:Agamidae
Genus:Bronchocela
Spesies:B. jubata
Nama binomial
Bronchocela jubata
Duméril & Bibron, 1837
Bunglon atau londok (bahasa Sunda) adalah sejenis reptil yang termasuk ke dalam suku (familia) Agamidae. Kadal lain yang masih sesuku adalah cecak terbang (Draco spp.) dan soa-soa (Hydrosaurus spp.).
Bunglon meliputi beberapa marga, seperti Bronchocela, Calotes, Gonocephalus, Pseudocalotes dan lain-lain. Bunglon bisa mengubah-ubah warna kulitnya, meskipun tidak sehebat perubahan warna chamaeleon (suku Chamaeleonidae). Biasanya berubah dari warna-warna cerah (hijau, kuning, atau abu-abu terang) menjadi warna yang lebih gelap, kecoklatan atau kehitaman.


Bunglon surai
 memiliki nama ilmiah Bronchocela jubata Duméril & Bibron, 1837. Dalam bahasa lain, dikenal dengan nama bunglon (Jkt., Jw.), londok ataulunduk (Sd.), atau green crested lizards (Ingg.). Nama lainnya dalam bahasa Inggris cukup menyesatkan: bloodsuckers, karena pada kenyataannya kadal ini tidak pernah menghisap darah.
Bunglon Surai

Bunglon ini menyebar di pulau-pulau Jawa, Borneo, Bali, Singkep, Sulawesi, Karakelang, kepulauan Salibabu, dan Filipina.


Deskripsi tubuh

Bunglon kebun yang berukuran sedang, berekor panjang menjuntai. Panjang total hingga 550 mm, dan empat-perlimanya adalah ekor. Gerigi di tengkuk dan punggungnya lebih menyerupai surai ("jubata" artinya bersurai) daripada bentuk mahkota, tidak seperti kerabat dekatnya B. cristatella (crista: jambul, mahkota). Gerigi ini terdiri dari banyak sisik yang pipih panjang meruncing namun lunak serupa kulit.
Kepalanya bersegi-segi dan bersudut. Dagu dengan kantung lebar, bertulang lunak. Mata dikelilingi pelupuk yang cukup lebar, lentur, tersusun dari sisik-sisik berupa bintik-bintik halus yang indah.
Dorsal (sisi atas tubuh) berwarna hijau muda sampai hijau tua, yang bisa berubah menjadi coklat sampai kehitaman bila merasa terganggu. Sebuah bercak coklat kemerahan serupa karat terdapat di belakang mulut di bawah timpanum. Deretan bercak serupa itu, yang seringkali menyatu menjadi coretan-coretan, terdapat di bahu dan di sisi lateral bagian depan; semakin ke belakang semakin kabur warnanya.
Sisi ventral (sisi bawah tubuh) kekuningan sampai keputihan di dagu, leher, perut dan sisi bawah kaki. Telapak tangan dan kaki coklat kekuningan. Ekor di pangkal berwarna hijau belang-belang kebiruan, ke belakang makin kecoklatan kusam dengan belang-belang keputihan di ujungnya.
Sisik-sisik bunglon surai keras, kasar, berlunas kuat; ekornya terasa bersegi-segi. Perkecualiannya adalah sisik-sisik jambul, yang tidak berlunas dan agak lunak serupa kulit.


Kebiasaan

Anak bunglon surai di semak hias
Bunglon yang kerap ditemukan di semak, perdu dan pohon-pohon peneduh di kebun dan pekarangan. Sering pula didapati terjatuh dari pohon atau perdu ketika mengejar mangsanya, namun dengan segera berlari menuju pohon terdekat.
Reptil ini memangsa berbagai macam serangga yang dijumpainya: kupu-kupu, ngengat, capung, lalat dan lain-lain. Untuk menipu mangsanya, bunglon ini kerap berdiam diri di pucuk pepohonan atau bergoyang-goyang pelan seolah tertiup angin. Sering juga bunglon surai terlihat meniti kabel listrik dekat rumah, untuk menyeberang dari satu tempat ke tempat lain.
Bunglon surai bertelur di tanah yang gembur, berpasir atau berserasah. Seperti umumnya anggota suku Agamidae, induk bunglon menggali tanah dengan mempergunakan moncongnya. Kulit telurnya berwarna putih, lentur agak liat serupa perkamen.
Sebuah pengamatan yang dilakukan di hutan Situgede, Bogor mencatat bahwa telur bunglon surai dipendam di tanah berpasir di bawah lapisan serasah, persisnya di bawah semak-semak di bagian hutan yang agak terbuka. Telur sebanyak dua buah, lonjong panjang lk. 7×40 mm, diletakkan berjajar dan ditimbun tanah tipis. Di Gunung Walat, Sukabumi, didapati telur yang diletakkan di lapisan humus yang halus di tengah-tengah jalan setapak.


Keistimewaan

Di saat Bunglon merasa terancam , Ia akan mengubah warna kulitnya menjadi serupa dengan warna lingkungan sekitarnya, sehingga keberadaannya tersamarkan. Fungsi penyamaran demikian disebut mimikri. Hal ini berbeda dengan "kamuflase", yakni penyamaran bentuk atau warna hewan yang menyerupai makhluk hidup lain.

Senin, 01 Agustus 2011

TARANTULA

Tarantula (sebagai istilah yang digunakan di Amerika Utara) terdiri dari sekelompok berbulu dan sering sangat besar arakhnida milik keluarga Theraphosidae, dimana sekitar 900 spesies telah diidentifikasi. Beberapa anggota dari subordo yang sama juga dapat disebut "tarantula" dalam bahasa sehari-hari. Artikel ini akan membatasi diri kepada anggota yang menggambarkan bagian dari Theraphosidae.
Brasil tarantula dalam menyerang posisi
Beberapa genera tarantula berburu mangsa terutama di pohon-pohon yang lainnya berburu di atau dekat tanah. Semua tarantula dapat menghasilkan sutra-sementara spesies arboreal biasanya akan berada dalam "tenda tabung" sutra, spesies darat akan garis mereka liang dengan sutra untuk menstabilkan dinding liang dan memfasilitasi naik-turun. Tarantula terutama memakan serangga dan arthropoda lainnya, menggunakan penyergapan sebagai metode utama mereka menangkap mangsa. Para tarantula terbesar dapat membunuh hewan besar seperti kadal , tikus , dan burung . Tarantula ditemukan di daerah tropis dan gurun di seluruh dunia. Kebanyakan tarantula tidak berbahaya bagi manusia, dan beberapa spesies yang populer dalam perdagangan hewan peliharaan eksotis. Semua tarantula yang berbisa, tetapi hanya beberapa spesies memiliki racun yang, sementara tidak diketahui pernah diproduksi kematian manusia, dapat menghasilkan ketidaknyamanan ekstrim selama beberapa hari.
Seperti semua arthropoda , tarantula adalah invertebrata yang bergantung pada exoskeleton untuk dukungan otot. Tubuh tarantula terdiri dari dua bagian utama, prosoma (cephalothorax) dan opisthosoma (perut). Para prosoma dan opisthosoma dihubungkan oleh pedikel , atau apa yang sering disebut somite pregenital. Pinggang seperti ini menghubungkan sepotong sebenarnya adalah bagian dari prosoma dan memungkinkan opisthosoma untuk bergerak dalam berbagai gerak relatif terhadap prosoma tersebut.
Tergantung pada spesies, panjang tubuh berkisar tarantula 2,5-10 sentimeter (1 sampai 4 di), dengan 8-30-sentimeter (3-12 in) rentang kaki. Rentang kaki ditentukan dengan mengukur dari ujung kaki ke ujung kaki depan pada sisi yang berlawanan. Spesies tarantula terbesar dapat mencapai berat lebih dari 85 gram (3 ons). Terbesar dari semua, Birdeater Goliat (Theraphosa blondi) dari Venezuela dan Brasil, telah dilaporkan memiliki berat 150 gram (5,3 oz) dan kaki-rentang hingga 30 sentimeter (12 in), laki-laki menjadi lebih lama dan lebih besar dalam ketebalan betina.
T. apophysis (Goliat Pinkfoot) digambarkan 187 tahun setelah Birdeater Goliat, sehingga karakteristiknya tidak serta dibuktikan T.. blondi umumnya dianggap sebagai tarantula terberat, dan T. apophysis memiliki rentang kaki terbesar. Dua spesies, Lasiodora parahybana (yang Birdeater Salmon Brasil) dan L. klugi, saingan ukuran dua Goliat laba-laba.
Mayoritas tarantula Amerika Utara adalah coklat. Di tempat lain telah ditemukan spesies berwarna biru kobalt ( Haplopelma lividum ), hitam dengan putih garis-garis ( Aphonopelma seemanni ), tanda kaki kuning ( Eupalaestrus campestratus ), biru metalik kaki dengan perut oranye cerah dan greenbottle biru ( Chromatopelma cyaneopubescens ). Habitat alami mereka termasuk savana , padang rumput seperti ilalang , hutan hujan , padang pasir , semak belukar , gunung , dan hutan awan . Mereka umumnya dibagi menjadi jenis terestrial yang sering membuat liang dan jenis arboreal yang membangun tenda penampungan baik dari tanah.
Tarantula menjadi semakin populer sebagai hewan peliharaan dan tersedia di penangkaran